Rumah Teknologi tinggi Informasi bisnis majalah fashion Keuangan dan Keuangan kawasan komersial Berita global Mobil Pendidikan Permainan Mode Kehidupan Hotel Olahraga Brigade Budaya Cerdas Makanan Orangtua-anak Kesehatan

Kenapa Banyak Kucing Jalanan di Jakarta? Ini Faktor Penyebabnya

2026-07-20 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Populasi kucing jalanan di Jakarta diperkirakan masih mencapai sekitar 860.000 ekor.

Angka tersebut masih jauh dari target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ingin menekan jumlahnya menjadi sekitar 300.000 ekor secara bertahap.

Lalu, mengapa jumlah kucing jalanan masih tinggi meski program sterilisasi terus diperluas setiap tahun?

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan, tingginya populasi kucing jalanan bukan berarti program sterilisasi pemerintah gagal. Menurut dia, terdapat beberapa faktor yang membuat populasi kucing terus bertambah.

Kucing Berkembang Biak dengan Cepat

Hasudungan menjelaskan, salah satu tantangan utama adalah tingginya kemampuan reproduksi kucing.

Selain itu, masih banyak kucing berpemilik maupun kucing jalanan yang belum menjalani sterilisasi.

Kondisi tersebut membuat populasi baru terus muncul meski ribuan kucing telah disterilisasi setiap tahun.

Pada 2025, DKI Jakarta mencatat realisasi sterilisasi sebanyak 22.243 ekor atau 105,9 persen dari target 21.000 ekor. Tahun ini, target sterilisasi kembali ditetapkan sebanyak 22.000 ekor.

Kucing Peliharaan yang Dibuang ke Jalan

Menurut Hasudungan, faktor lain yang sangat berpengaruh adalah perilaku masyarakat dalam memelihara hewan.

"Kucing peliharaan yang tidak disterilisasi, dibiarkan berkeliaran, kemudian berkembang biak atau dibuang ke jalan akan menjadi sumber populasi baru," ujarnya.

Ia menjelaskan, kucing peliharaan yang dilepas ke jalan tidak hanya menambah jumlah populasi, tetapi juga dapat bergabung dengan koloni yang sudah ada sehingga mengurangi efektivitas program sterilisasi yang sebelumnya dilakukan di lokasi tersebut.

Temuan serupa juga disampaikan relawan pecinta hewan. Mina (30), warga Jakarta Timur yang rutin memberi makan kucing di sejumlah stasiun KRL, mengaku masih sering menemukan kucing yang tampak seperti berasal dari rumah tangga.

Menurut dia, sebagian kucing yang muncul di jalan masih terlihat jinak, berbulu bersih, bahkan mengenakan kalung.

"Selain berkembang biak, saya sering melihat ada kucing rumahan yang tiba-tiba muncul. Dugaan saya ada yang sengaja membuang," katanya.

Tekanan Ekonomi dan Kurangnya Kesiapan Memelihara

Pemprov DKI menilai sebagian kasus penelantaran hewan juga dipicu perubahan kondisi pemilik, mulai dari tekanan ekonomi, pindah rumah, hingga keterbatasan waktu merawat hewan.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta2009-2020 Informasi Aliansi Bisnis Indonesia      Hubungi kami   SiteMap