2026-07-18
HaiPress


JAKARTA, iDoPress -Kisah Muhammad Yusuf (16), remaja putus sekolah yang berjuang menjajakan roti dan menawarkan jasa sketsa wajah di tengah kerasnya kehidupan Jakarta, akhirnya berbuah manis.
Kegigihannya bekerja demi membantu sang ibu menghidupi keluarga kini mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, turun langsung menyambangi kamar indekos keluarga Muhammad di wilayah Gang Sentiong, Senen, pada Kamis (16/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Arifin memastikan bahwa Muhammad yang tak melanjutkan sekolah ke jenjang SMA karena faktor ekonomi itu kini bisa kembali mengenyam pendidikan secara gratis.
Saat bertemu Arifin, Muhammad meminta agar dirinya tidak didaftarkan ke sekolah reguler, melainkan program pendidikan kesetaraan.
"Iya saya bilang ke Pak Wali emang pengennya di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), biar tetap ada waktu luang bisa buat tetap jualan bantu ibu," ungkap Muhammad saat dihubungi iDoPress melalui telepon, Jumat (17/7/2026).

Instagram/arifinofficial Walikota Jakarta Pusat, Arifin saat menemui Muhammad Yusuf (16) remaja yang putus sekolah demi membantu sang ibu mencari uang dengan menjual roti dan membuka jasa sketsa wajah di Jakarta Pusat
Ia pun kini didaftarkan sebagai siswa Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Muslimin, Kramat, Senen, Jakarta Pusat.
Menurut dia, jika masuk sekolah formal, sebagian besar waktunya akan dihabiskan di sekolah dari pagi hingga sore. Kondisi itu membuatnya harus berhenti berjualan roti buatan ibunya.
"Rencananya sih PKBN kan kayak bisa daring gitu, jadi ada pelajaran terus tugasnya daring dari rumah ngerjainnya. Terus ngumpulin tugasnya pas hari Jumat datang ke PKBM," jelasnya.
Muhammad memastikan rutinitasnya berjualan tidak akan berubah meski sudah mulai bersekolah kembali.
"Jadi nanti setiap hari tetap pagi dan sore jualan di Sudirman, weekend juga tetap gambar sketsa di HI (Hotel Indonesia)," ujarnya.
Arifin pun telah memastikan bahwa segala urusan administrasi dan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, sehingga Muhammad bisa langsung mengikuti pembelajaran pada Senin (20/7/2026) mendatang.
Saat menemui Muhammad, Arifin sempat menanyakan apa keinginannya yang mau disampaikan kepadanya.
Muhammad kemudian meminta bantuan agar ibunya mendapatkan lapak usaha untuk menjual roti buatannya.
"Nanti kan kalau di kita itu ada Lokbin (Lokasi Binaan), Loksem (Lokasi Sementara), seperti itu nanti bisa untuk ibunya berjualan roti. Mulia sekali loh ini permintaannya agar ibunya bisa berjualan," tutur Arifin.