2026-06-25
HaiPress


BOGOR, iDoPress - Sensus Ekonomi 2026 secara door to door telah dimulai sejak 15 Juni dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaannya, petugas mendatangi rumah warga satu per satu untuk melakukan pendataan terkait kondisi ekonomi dan usaha masyarakat.
iDoPress berkesempatan mengikuti kegiatan sensus ekonomi di Kelurahan Pabaton, Kota Bogor, Kamis (25/6/2026).
Pagi itu, dua petugas pendata, Idjah Siti Chodidjah dan Merry, berjalan kaki menyusuri permukiman warga.
Mereka membawa berkas pendataan dan gawai untuk menyinkronkan data yang diperoleh di lapangan.
Keduanya juga mengenakan seragam berwarna oranye, rompi bertuliskan "Petugas Sensus Ekonomi" di bagian belakang, serta identitas resmi.
Saat tiba di rumah warga, petugas terlebih dahulu mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.
Setelah dipersilakan masuk, mereka menjelaskan tujuan kedatangan dan mulai melakukan pendataan.
Di kediaman Sri Redjeki Sulasih, petugas lebih dulu mencocokkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pemilik rumah dengan data yang dimiliki.
"Buat apa sih ini?" tanya Sri Redjeki Sulasih kepada petugas Sensus Ekonomi.
"Buat ngedata sensus ekonomi, jadi kita ingin melihat ekonomi dari sisi usaha dan juga keluarga," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor di kediaman Sri.
Setelah menerima penjelasan tersebut, Sri memperbolehkan petugas melanjutkan pendataan.
Petugas kemudian mengajukan puluhan pertanyaan, mulai dari jumlah anggota keluarga yang tinggal di rumah, pendapatan dan pengeluaran, usaha yang dijalankan, jumlah penyandang disabilitas dalam keluarga, hingga kepemilikan rekening pribadi.
Selain itu, mereka juga menanyakan sumber air minum, luas rumah, status kepemilikan rumah, jenis listrik yang digunakan, hingga besaran pembayaran listrik setiap bulan.
"Ibu apa ada rekening pribadi?" tanya Merry.