2026-04-16
HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 900 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk beroperasi di wilayah terpencil.
"Insya Allah mungkin tidak lebih dari satu bulan, 900 SPPG pada daerah terpencil itu sudah siap operasional," kata Sony usai agenda Satu Tahun Perjalanan Makan Bergizi Gratis dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat, di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Sony mengatakan, daerah terpencil bukan hanya di pedesaan, tetapi juga ditemukan di kawasan di Pulau Jawa yang memiliki keterbatasan akses jalan.
"Jadi terpencil itu bukan hanya daerah-daerah perbatasan, bahkan di Jawa Barat pun ada satu kecamatan ya, kalau tidak salah di Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Rongga, itu daerahnya daerah yang susah," kata dia.
Sony lantas menanggapi arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta program MBG difokuskan kepada kelompok kurang gizi dan masyarakat kurang mampu.
Dia mengatakan, sejatinya program MBG ditujukan untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak, terutama kelompok rentan.
"Jadi sesuai dengan tujuan utamanya memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, balita, beserta peserta didik," imbuhnya.
Lebih lanjut, Sony turut melaporkan capaian program MBG dalam satu tahun sudah terdapat 27.006 SPPG yang terverifikasi dan 25.000 di antaranya sudah mulai operasional.
"Inilah satu konkret, wujud konkret yang pertama karena 27.000 SPPG tersebut seluruhnya memberdayakan masyarakat. Tidak ada satu pun yang saat ini operasional diadakan melalui proses pengadaan barang dan jasa," kata dia.
Selain memerlukan tenaga yang banyak, Sony mengatakan, dibutuhkan Rp 40-54 triliun untuk membangun 27.000 SPPG.
Karena itu, sebagian besar SPPG tidak menggunakan dana APBN, melainkan didanai melalui swadaya mitra, pihak swasta, dan swadaya masyarakat.
"Alhamdulillah tidak ada satu rupiah pun sampai saat ini SPPG yang operasional menggunakan APBN," ucapnya.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang